Syiir tanpo waton Gus Dur
Ngawiti ingsun nglaras syingiran Duh bolo konco priyo wanito
Kelawan muji maring Pengeran Ojo mung ngaji syariat bloko
Kang paring rohmat lan kanikmatan Gur pinter ndongeng nulis lan moco
Rino wengine tanpo pitungan 2x Tembe mburine bakal sangsoro 2x
Akeh kang apal Quran Hadise Gampang kabujuk nafsu angkoro
Seneng ngafirke marang liyane Ing pepahese gebyareng dunyo
Kafire dewe gak digatekke Iri lan meri sugihe tonggo
Yen isih kotor ati akale 2x Mulo atine peteng lan nisto 2x
Ayo sedulur jo nglaleake Kang aran sholeh bagus atine
Wajibe ngaji sak pranatane Kerono mapan sari ngelmune
nggo ngandelake iman tauhide Laku torikot lan ma’rifate
Baguse sangu mulyo matine 2x Ugo hakikot manjing rasane 2x
Al Quran Qodim wahyu minulyo Kumantil ati lan pikiran
Tanpo tinulis iso diwoco Ngrasuk ing badan kabeh jeroan
Iku wejangan guru waskito Mu’jizat rosul dadi pedoman
Den tancebake ing jero dodo 2x Minongko dalan manjinge iman 2x
Kelawan Alloh kang moho suci Uripe ayem rumongso aman
Kudu rangkulan rino lan wengi Dununge roso tondo yen iman
Ditirakati diriyadlohi Sabar narimo najan pas-pasan
Dzikir lan suluk jo nganti lali 2x Kabeh tinakdir saking Pengeran 2x
Kelawan konco dulur lan tonggo Ayo ngelakoni sekabehane
Podo rukuno ojo dak siyo Alloh kang bakal ngangkat drajate
Iku sunnahe rosul kang mulyo Senadjan asor toto dzohire
Nabi Muhammad panutan kito 2x Ananging mulyo makom drajate 2x
Lamun palastro ing pungkasane
Ora kesasar roh lan sukmane
Den gadang Alloh swargo manggone
Utuh mayite ugo ulese 2X
Suluk
Ada kunci sukses bagi manusia yang menginginkan selamat di dunia dan di akherat, yaitu TAQWALLAH (menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya lahir maupun batin dengan disertai rasa ta’dlim kepada Allah). Bahkan Allah swt. Telah menggariskan bakal datangnya beberapa kebaikan atau nilai plus dan faedah yang akan didapat setelah taqwallah dilaksanakan oleh seseorang hamba Allah , antara lain :
- · Kebersamaan Allah Swt.dengan orang yang taqwa (QS.2:194 ; QS.9:36 & 123)
- · Selamat dari api neraka (QS.19:72)
- · Pahala yang berlipat ganda (QS.65:5)
- · Mendapatkan surga (QS.54:54)
- · Karamah di dunia dan di akherat (QS.49:13)
- · Menerima anugerah ilmu ladunni (QS.2:282)
- · Menemukan jalan keluar dari semua problematika dunia akherat (QS.65:2)
- · Rizqi Allah yang datang tanpa diprediksikan terlebih dahulu (QS.65:3)
- · Mendapatkan kemudahan di segala hal (QS.65:4)
Seseorang akan mendapatkan predikat “Orang yang taqwa” manakala ia mampu mengendalikan hawa nafsu. Sedang taqwa yang mesti berseberangan dengan nafsu itu hanya dapat disiasati dengan metode yang dinamakan dengan “Thuruqus-Suluk” yang akan menghantarkan seseorang selamat di akherat. Secara garis besar metode itu pengamalan “Syari’at” , “Thariqat” dan “Haqiqat”.
Syari’at ibarat perahu, thariqat adalah lautannya dan haqiqat diibaratkan mutiara yang mahal harganya. Selamat di akherat ibarat mendapatkan mutiara , yang prosedurnya harus dengan naik perahu syari’at sampai ke tengah lautan dimana tepat dibawah perahu tersebut terdapat mutiara, tentu harus menyelam ke dasar laut guna mangambil mutiara tersebut.
Mengamalkan syari’at berarti menjalankan agama (mengerjakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya), sedang mengamalkan thariqat berarti mengamalkan syari’at tersebut mengambil cara yang lebih hati-hati, seperti meninggalkan syubhat, sabar melawan nafsu (‘azimat), riyadloh. Mengamalkan haqiqat berarti mengenali Allah swt. Dan dapat melihat Nur Tajalli dengan mata hatinya.
Secara terurai orang yang disebut “Salik” (orang yang menjalankan suluk) adalah mengamalkan 9 hal :
1. Taubat, artinya terhadap dosa dan kesalahan merasa jera dan tidak terlintas dibenaknya akan mengulangi lagi, sampai baro’ah atau merdeka dari hak Adam.
2. Qana’ah , menjauhkan dari keinginan nafsu makan, nafsu berpakaian, dan bertempat tinggal serta berpenampilan glamor.
3. Zuhud , mengosongkan hati dari ketergantungan terhadap harta dunia.
4. Belajar/mengaji ilmu syari’at, ilmu yang membuat ibadah kita menjadi syah, aqidah kita menjadi benar, dan ilmu yang membuat hati kita menjadi baik
5. Menjaga sunnah dan etika Rasulullah saw, tidak hanya melaksanakan ibadah fardlu saja tetapi juga istiqomah melaksanakan ibadah-ibadah sunnah
6. Tawakkal, hanya bergantung kepada Allah Yang Maha Wakil
7. Ikhlas
Kriteria ikhlas ada 3 tingkatan dimulai dari yang tertinggi :pertama ketaatannya bertujuan taqarrub semata, kedua bertujuan dapatkan pahala dan jauh dari siksa, dan ikhlas yang ketiga bertujuan kaya di dunia tanpa adanya ketergantungan kepada makhluk.
Kriteria ikhlas ada 3 tingkatan dimulai dari yang tertinggi :pertama ketaatannya bertujuan taqarrub semata, kedua bertujuan dapatkan pahala dan jauh dari siksa, dan ikhlas yang ketiga bertujuan kaya di dunia tanpa adanya ketergantungan kepada makhluk.
8. Ash-shuhbah dan ‘uzlah, memilih teman pergaulan dan atau menjauhi lingkungan yang tidak kondusif.
9. Menjaga waktu, maksudnya menggunakan semua kesempatan untuk berbuat taat kepada Allah semata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar