Jumat, 06 Januari 2012

واما بنعمة ربك فحدث

Penulis sering sakit-sakitan sebelum mempraktikkan "menu mentahan" ala seorang sanitarian Majalengka asal Purworejo dan ala Dr. RA Nainggolan. Bahkan pernah terkena gejala kuning selama 2 tahun. Sariawan, masuk angin setiap kali mengenakan selembar kaos dalam hanya kurang dari lima menit, minta dikerok dan dipijat hampir seminggu sekali, susah buang air besar (BAB), sampai kadang seminggu tidak BAB. Namun, setelah minum air tanpa direbus, meminum susu sapi segar tanpa direbus 250 mg dengan 2,5 ons tepung beras dengan setengah senduk teh garam krosok (dari petani garam, bukan garam yang berlabel garam beryodium/kimiawi), ditambah legen siwalan/air tebu setiap pagi dan sore (untuk pemenuhan air, karbohidrat, lemak, vitamin, enzim, dan proteinnya) kadang-kadang semingu sekali memakan daging ala sashimi kira-kira 1 - 2 ons dan makan sayuran ala Dr. RA. Nainggolan mulai 13 Januari 2009 penulis tidak pernah sakit,dan BAB pun lancar. Bahkan di usia hampir kepala 7 (tujuh) ini penulis masih berani bersepeda motor dengan kecepatan diatas 90 km/jam tanpa jaket dan hujan-hujanan dalam perjalanan jarak 60 km seperti Purworejo - Yogjakarta. Ini hanya tahadduts binni'mah. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar