Senin, 28 Mei 2012

Ujian, enak dan dan tidak enak

Mau'idhoh umum bagi para Mu'azziyyin dan Mu'azziyyat :
Semua manusia hidup pasti menerima ujian dari Allah, materi ujian kadangkala enak dan boleh jadi tidak enak. Banyak manusia yang diuji oleh Allah dengan ujian yang tidak enak, seperti sakit, tidak punya duit, dll. tetapi lulus karena bisa menjalani dengan sabar dan qana'ah. Namun justru banyak yang diuji dengan yang enak-enak, badan sehat, harta melimpah, tapi tidak bisa bersyukur, tidak membayar zakat, tidak peduli dengan orang lain, akhirnya tidak lulus.
Allah swt berfirman :


كل نفس ذائقة الموت ونبلوكم بالشر والخير فتنة والينا ترجعون

"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). dan hanya kepada kamilah kamu dikembalikan". qs. Al-Anbiya' 35

Mau'idhoh khusus bagi keluarga :
"Orang-orang yang meninggal dunia di antaramu dengan meninggalkan isteri-isteri (hendaklah Para isteri itu) menangguhkan dirinya (ber'iddah) empat bulan sepuluh hari. kemudian apabila telah habis 'iddahnya, Maka tiada dosa bagimu (para wali) membiarkan mereka berbuat terhadap diri mereka[147] menurut yang patut. Allah mengetahui apa yang kamu perbuat". QS Al-Baqarah 234.

Bagi kaum wanita selain istri almarhum, hanya diperintahkan untuk "Ihdad" tiga hari saja.



Mau'idhoh di acara pemberangkatan janazah mas H. Mujahid bin Ahmad Taqwa, Senin , 7 Rajab 1433 H/ 28 Mei 2012 M pk 11.30 WIB
[147] Berhias, atau bepergian, atau menerima pinangan.

Jumat, 25 Mei 2012

Hikmah Shalat Lima Waktu

Shalat Lima Waktu diwajibkan oleh Allah kepada makhluk "Manusia" sebagai bentuk rasa syukur kepada-Nya, antara lain mensyukuri "ni'matul kholqoh" yaitu ni'mat dititahkannya manusia sebagai "makhluk dengan bentuk yang paling sempurna" sebagaimana firman-Nya :
 وصوركم فأحسن صوركم

"dan membentuk kamu lalu membaguskan rupamu"  ( QS. 40 : 64 )

لقد خلقنا الانسان فى احسن تقويم

"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya"  ( QS. 95 :4 ) 
Setelah menyadari ni'mat tadi, maka mesti terbersit ni'mat berikutnya ialah ni'mat "diberi keselamatan anggota badan dari cacat fisik", sehingga Allah memerintahkan untuk menggunakan semu ni'mat tersebut untuk khidmah kepada Sang Pemberi ni'mat sebagai rasa syukur.

واقم الصلاة طرفى النهار وزلفا من الليل ان الحسنات يذهبن السيأت

"dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk." ( QS. 11 : 114 ).

Sari Khutbah Jum'ah 4 J khirah 1433 H / 25 Mei 2012 M

Kamis, 10 Mei 2012

Pewaris Al-Qur'an

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرّاً وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَّن تَبُورَ- سورة فاطر - الآية 29

 لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ - سورة فاطر - الآية 30

 
29. Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,
30. agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.

 ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِّنَفْسِهِ وَمِنْهُم مُّقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللَّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ [ سورة فاطر - الآية 32 ] 
 
32. kemudian kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang Menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan[1260] dengan izin Allah. yang demikian itu adalah karunia yang Amat besar.

[1260] Yang dimaksud dengan orang yang Menganiaya dirinya sendiri ialah orang yang lebih banyak kesalahannya daripada kebaikannya, dan pertengahan ialah orang-orang yang kebaikannya berbanding dengan kesalahannya, sedang yang dimaksud dengan orang-orang yang lebih dahulu dalam berbuat kebaikan ialah orang-orang yang kebaikannya Amat banyak dan Amat jarang berbuat kesalahan.

Ringkasan khutbah Jum'ah 19 Jumadal Akhirah 1433 H

Minggu, 06 Mei 2012

Ijtihad


وَعَنْ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رضي الله عنه أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ: ( إِذَا حَكَمَ اَلْحَاكِمُ, فَاجْتَهَدَ, ثُمَّ أَصَابَ, فَلَهُ أَجْرَانِ وَإِذَا حَكَمَ, فَاجْتَهَدَ, ثُمَّ أَخْطَأَ, فَلَهُ أَجْرٌ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Dari Amar Ibnu Al-'Ash Radliyallaahu 'anhu bahwa ia mendengar Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila seorang hakim menghukum dan dengan kesungguhannya ia memperoleh kebenaran, maka baginya dua pahala; apabila ia menghukum dan dengan kesungguhannya ia salah, maka baginya satu pahala." Muttafaq Alaihi. 
Masalah ijtihadi adalah lingkup yang tidak disentuh oleh Al-Qur'an ataupun Hadits secara jelas/tekstual, tetapi secara kontekstual saja. Secara garis besar Al-Qur'an dan Hadits berisi Perintah dan Larangan, pada prinsipnya setiap ada perintah menunjukkan kepada hukum Wajib dan sebaliknya setiap larangan menunjukkan Haram. Namun ketika ada korinah maka bisa jadi perintah itu jatuhnya hukum Sunnat, atau larangan Makruh. Dan bahkan, meskipun lafadl fi'il amar atau fi'il nahi yang digunakan tetapi hukumnya Mubah.
Ijtihad adalah berusaha semaksimal mungkin untuk paham terhadap nash Al-Qur'an atau Hadits sampai benar-benar mengerti dengan apa yang di kehendaki ole Syara', kemudian ketika timbul permasalahan yang mempunyai wajah syabah ( persamaan) dengan nash / dalil , lalu mengkomparasikan dan mengambil kesimpulan.
Hadits diatas memberi pengertian agar setiap pemeluk agama hendaknya menggunakan akalnya untuk berpikir sebelum melakukan ibadah apapun, karena akal ( fu'ad) , pendengaran ( sam' ) dan penglihatan ( bashar ) kita akan dimintai pertanggungjawaban disisi Allah SWT 

ولا تقف ما ليس لك به علم ان السمع والبصر والفؤاد كل اؤلئك كان عنه مسؤلا

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya   pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.( QS Al-Isra 36 )
Ijtihad dengan piranti kelengkapannya, menguasai Al-Qur'an, Hadits dan Asbabunnuul serta Asbabu Wurudil Hadits berarti bebas dari yang disebut taqlid yang salah.
(bersambung)

Sabtu, 05 Mei 2012

Majlis terbaik diantara majlis kebaikan yang lain

Yang terbaik diantara yang baik ialah majlis pembelajaran Al-Qur'an, penulis sampaikan sebagai thema kajian perdana di pengajian selapanan Ahad Kliwon 14 Jumadal Akhirah 1433 H / 6 Mei 2012 M di Rumah Tahfidz "Daarul Qur'an Binamas" Desa Bongkot Purwodadi Purworejo. Kajian yang hanya 60 menit mengupas satu ayat Dalam surah Fathir ayat 29 :


 انّ الذين يتلون كتاب الله واقاموا الصلاة وانفقوا مما رزقناهم سرّا وعلانية يرجون تجارة لن تبور  
"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi".
Ibarat berbisnis dengan Allah, kita tidak akan mengalami kerugian di akherat nanti ketika kita jalankan perintah Allah di surat Fathir 29, yaitu :
  1. Selalu membaca Al-Qur'an
  2. Mendirikan shalat lima waktu, dan
  3. Membayar zakat, serta shadaqah sunnah
Hadits Qudsi :




    من شغله القرآن وذكري  عن مسأ لتي اعطيته افضل ما اعطى السائلين
  رواه الترمذي

Barangsiapa disibukkan dengan Al-Qur'an dan dzikir kepada-Ku sampai-sampai tidak meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberinya pemberian yang terbaik seperti yang Aku berikan kepada mereka yang meminta kepada-Ku.

Betapa hebatnya Al-Quran dan Dzikir sampai-sampai tidak minta apapun kepada Allah, akan tetapi Allah menjanjikan diri mau memberikan apapun yang terbaik yang diminta oleh orang-orang yang meminta atau mengajukan proposal kepada Allah.

Kajian kedua in sya Allah QS Fathir ayat 32.

Kamis, 03 Mei 2012

المحافظة على القديم الصالح والأخذ بالجديد الأصلح

Melestarikan budaya/metodologi/sesuatu yang kuno tetapi masih relevan dan mengambil sesuatu/metodologi /terobosan baru/langkah inovatif. Itulah semboyan yang selalu disampaikan oleh muballigh ahlussunnah wal jama'ah , terus terang penulis belum mengetahui secara pasti asal muasal kalimat tersebut, apakah hadits/atsar/qaul atau pepatah arab saja. Tetapi penulis suka dan logik, sesuai dengan permintaan kaum muslimin " ihdinash shirathal mustaqim" yang selalu dihubungkan dengan "shirathalladzina an'amta 'alaihim", karena dengan "shirathalladzina an'amta 'alaihim" tersebut jelas terkandung maksud "li muhafadhatil qodimish-shalih".
Dulu, pedagang-pedagang dari Gujarat sambil mengenalkan huruf Al-Qur'an melalui metode "Baghdadiyah" atau alif-alifan dan kadang disebut "turutan", yang dalam waktu bersamaan murid dikenalkan huruf ( alif-ba'-ta', dst ), tanda harakat ( fathah/ jabar, kasrah/ jer, dlummah/dlummah dan sukun/pes ) sekaligus cara membacanya. Itulah metode Baghdadiyah.
Mulai tahun 1980-an bermunculan metode-metode baru untuk mengenalkan huruf Al-Qur'an seperti Qira'ati oleh Ustadz Dahlan Salim Semarang, Al-Banjari,Al-Barqi,Iqro', An-Nur, dls.
Dua puluh tahun kemudian, tahun 2000-an banyak langkah-langkah inovatif terhadap metodologi pembelajaran Ilmu Baca Tulis Al-Qur'an, secara visual Al-Qur'an ditulis dengan tinta berwarna yang kemudian diberi titel "Al-Qur'an Tajwid". Dari kalangan pesantren salafiyah Gus Ulin-Nuha Al-Hamilul-Qur'an menulis metode Yanbu'a, penulis menyambut gembira, dan inilah "Al Akhdu bil Jadidil Ashlah".
Wahai Generasi Muda Muslim, istabiqul khairat ! siapa yang akan membuktikan kemampuan berinovasi dalam hal metodologi BTA ini. Kita manfaatkan media .

Rabu, 02 Mei 2012

Tercegah dari bencana yang mengejutkan

dibaca pagi 3 x dan sore 3 x
terpelihara dari segala marabahaya dan tercegah dari  bencana yang mengejutkan

بسم الله الذي لا يضر مع اسمه شيئ فى الارض ولا فى السماء وهو السميع العليم


Dengan menyebut Nama Allah, yang tidak akan membahayakan sesuatu apapun di langit dan di bumi beserta nama-Nya. Dan Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui

Shahih at-Tirmidzi no.3385 , Sahih Abu Dawud 5088 dan 5089

Selasa, 01 Mei 2012

membangun peradaban fiqih kontemporer

gagasan brilian kiai sahal mahfudh dalam membumikan fiqih sosial harus kita teruskan, tantangan zaman sudah sangat kompleks , tentu membutuhkan solusi cerdas dan efektif. terobosan pemikiran yang kreatif-progressif sangatlah diperlukan untuk menjadikan fiqih sebagai disiplin ilmu yang mampu memberikan kontribusi besar di tengah peradaban dunia yang dinamis, tantangan iptek, globalisasi, industrialisasi dan modernisasi.


fiqih sosial kiai sahal mahfudh antara konsep dan implementasi tulisan jamal ma'mur asmani