Minggu, 29 Januari 2012

كتاب التفليس والحجر

Kitab tentang menghukumi pailit (bangkrut) dan mencekal untuk berbelanja

 
Imam yang 4 sepakat :
1.     bahwa kesaksian menghukumi seseorang telah jatuh miskin didengarkan setelah dijatuhkan pencekalan terhadap orang tersebut,
2.     dan sepakat pula bahwa yang menyebabkan adanya pencekalan ada 3 hal :
1.     Belum dewasa
2.     Sifat hamba sahaya
3.     Kurang waras
   3.     Bahwa seorang anak kecil ketika masuk usia baligh tetapi tidak cakap maka hartanya tidak boleh diserahkan kepadanya.
 
Imam 3 berpendapat bahwa anak kecil jika sudah baligh dan wali melihat kecakapan si anak, maka harta si anak boleh diberikan kepadanya. Namun  jika belum diketahui bahwa ia cakap maka hartanya tidak boleh diberikan dan ia tetap dicekal, walaupun usianya 50 tahun.
Dasarnya QS. Annisa ayat 5
 Sedang Hanafi berpendapat bahwa ketika sudah berusia 25 tahun maka mutlak hartanya diserahkan dalam keadaan apapun.  Dasarnya kata Ali :”Seseorang menjadi baligh ketika berusia 15 tahun, tinggi maksimal ketika umur 22 tahun, akalnya  sempurna di usia 28 tahun, dan setelah itu pancaroba sampai mati.”
Almizanul kubro 2 : 77- 79

Keterangan  seperti  tersebut diatas dapat kita temukan didalam kitab-kitab fiqih, pasti ada bahasan tentang "taflis" dan "hajr". 
Dalam menterjemahkan QS. Annisa' ayat 5 dan 6  :
وَلاَ تُؤْتُواالسُّفَهَاءَ اّمْوَالَكُم ... وَابْتَلُواالْيَتَامَى حَتَّى اِذَا بّلّغُواالنِّكّاحّ
kita dapati di Al-Qur'an dan Terjemahnya Departemen Agama Republik Indonesia sbb :
"Dan jangan kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempuna akalnya (ialah anak yatim yang belum baligh atau orang dewasa yang tidak dapat mengatur harta bendanya) harta mereka yang ada dalam kekuasaanmu ,.........."Dan ujilah (yakni mengadakan penyelidikan terhadap mereka tentang keagamaan, usaha-usaha mereka,  kelakuan dan lain-lan sampai diketahui bahwa anak itu dapat dipercayai) anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin".
 
Jika memahami  ijtihad 3 imam sebagaimana tersebut, maka hampir setiap orang tua yang memberi kepada  anak-anaknya  adalah salah, kesalahannya adalah karena  orang tua  tidak menguji  terlebih dahulu apakah anaknya termasuk golongan “sufaha” atau sudah “rasyid”. Seorang anak meskipun ia sudah  dewasa tetapi tidak cakap memilih dengan skala prioritas menurut kepentingan agama, maka ia termasuk “sufaha”, misalnya uang bayaran sekolah yang diberikan orang tuanya digunakan untuk beli pulsa. Orang tua keliru jika membelikan sepeda motor anaknya yang belum memiliki SIM. Orang tua yang memakaikan gelang kalung emas pada anak balita yang dititipkan di PAUD juga tidak benar.
Para suami yang setiap bulan menyerahkan uang gajiannya kepada isteri mereka, tanpa mengetahui terlebih dahulu status isteri mereka apakah termasuk “sufaha” atau tidak ? adalah kekeliruan dalam beragama.
Memberi kepada anak yatim bisa jadi sebuah kemaksiatan manakala mengabaikan QS.Annisa’ayat 5 dan 6, karena para wali yatim diperintah oleh Alqur’an agar menguji terlebih dahulu jika hendak memberi kepada anak yatim, apakah anak tersebut sudah sampai “rusydan”/cakap melola harta atau belum ?
Memberi pinjaman kepada orang yang ketika meminjam belum punya gambaran bagaimana cara membayar hutang dan dengan uang darimana, maka hukumnya juga berdosa, bahkan menurut Ibnu Hajar Alhaitami berhutang seperti tersebut diatas adalah termasuk dosa besar.
 
Dalam kitab Azzawajir, dalam urutan dosa besar yang ke-205-209 adalah sbb :
  باب التفليس
205.     Berhutang dengan niat tidak akan melunasinya
206.   Berhutang dengan tidak ada niat berhutang sebab memang tidak membutuhkannya, atau berhutang dan sejak awal tidak punya gambaran darimana membayarnya sedang yang berpiutang tidak mengetahuinya
207.     Menunda pembayaran hutang tanpa uzur setelah datangnya tagihan
باب الحجر
208.     Makan harta anak yatim
209.     Infaq untuk sesuatu yang haram

Orang tua, suami dan wali yatim hendaknya memahami perintah dan larangan Allah dalam QS. Annisa’ ayat 5 dan 6 serta menelaah kembali  kitab-kitab fiqih.

Jumat, 27 Januari 2012

kandungan alfatihah

سورة الفاتحة مكية او مدنية سبع آيات والسابعة صراط الذين الى آخرها ان كانت البسملة منها وان لم تكن منها فالسابعة غير المغضوب عليهم الى آخرها  وهي مشتملة على اربعة انواع من العلوم  احدهاعلم الاصول وقدجمعت الالهيات فى الحمد لله رب العالمين الرحمن الرحيم والنبوات فى الذين انعمت عليهم والدار الاخرة فى مالك يوم الدين وثانيها علم الفروع واعظمه العبادات وهي مالية وبدنية وهي مفتقران الى امور المعاش من المعاملات والمناكحات ولا بد لها من الاحكام التى تقتضيها الاوامر والنواهى وثالثها علم تحصيل الكمالات وهو علم الاخلاق ومنه الاستقامة فى الطريقة والى ذلك الاشارة بقوله واياك نستعين وقد جمعت الشريعة كلها فى الصراط المستقيم ورابعها علم القصص والاخبار من الامم الخالية وقد جمعت السعداء من الانبياء وغيرهم فى الذين انعمت عليهم والاشقياء من الكفار فى غير المغضوب عليهم ولا الضالين 

انتهى  مراح لبيد لسيد علماء الحجاز  
    b. Ilmu Nubuwwat (kenabian) termuat dalam kata " alladzina an'amta 'alaihim"
    c. Ilmu Akherat dalam kalimat "maliki yaumiddin"
    urusan mu'amalah dan pernikahan, dan berkaitan dengan hukum yang menyertainya
seperti perintah dan larangan.
    dimuat dalam kalimat "alladzina an'amta 'alaihim", dan kisah orang-orang celaka 
termasuk orang kafir ada di dalam kalimat "ghoiril maghdlubi 'alaihim waladl dlollin" 

Kamis, 26 Januari 2012

تختيم القرآن فى الصلاة

9 ربيع الاول 1430

06-03-2009
 اول قراءة القرآن فى صلاة العصر

4
3
2
1
فى صلاة الليل
16-04-2009
21 ربيع الثانى 1430
1
فى صلاة الليل
16-05-2009
21 جمادى الاولى 1430
2



3



4



5



6



7
فى صلاة الليل
08-02-2010
23 صفر 1431
8
فى صلاة الوتر
20-03-2010
4 ربيع الاول 1431
9
فى صلاة المغرب
26-05-2010
12 جمادى الاخيرة 1431
10
فى صلاة الصبح
12-08-2010
2 رمضان 1431
11
فى صلاة التراويح
30-08-2010
20 رمضان 1431
12
فى صلاة الضحى
05-10-2010
26 شوال 1431
13
فى صلاة الضحى
08-12-2010
2 محرم 1432
14
فى صلاة الضحى
21-01-2011
16 صفر 1432
15
فى صلاة الصبح
22-03-2011
17 ربيع الاخير 1432
16
بعدية العشاء
30-04-2011
26 جمادى الاولى 1432
17
فى صلاة الفجر
10-06-2011
8 رحب 1432
18
فى صلاة الصبح
02-08-2011
2 رمضان 1432
19
فى صلاة الوتر
18-08-2011
18 شهر رمضان 1432
20
فى صلاة الوتر
14-09-2011
15 شوال 1432
21
فى صلاة الصبح
23-10-2011
25   ذى القعدة 1432
22
فى صلاة الليل
19-01-2012
25 صفر 1433
23
فى صلاة الوتر
26-03-2012
3 جمادى الاولى 1433
                      
24
فى صلاة الضحى
4-05-2012
12  جمادى الاخرة 1433
25
فى صلاة الحاجة
10-06-2012
    1433    رجب    20     
26
في صلاة التراويح
11-08-2012
   1433 رمضان 23
27
في صلاة الصبح
13-08-2012
1433 رمضان  25
28
في صلاة التراويح
16-08-2012
1433 رمضان 29
29
Shalat Awwabin
24-10-2012
8 Dzul Hijjah 1433
30

Rabu, 25 Januari 2012

الزواجر : Dosa Besar Ke-177

 الكبيرة السابعة والسبعون بعد المائة تناول المضر
فالحكم فيها ظاهر لأنّ تناول المضرّ مفسد للبدن او العقل وذلك عظيم الاثم والوزر وكما انّ اضرار الغير الذى لا يحتمل كبيرة فكذا اضرار النفس بل هذا اولى لانّ حفظ النفس اهمّ من حفظ الغير
فرع : ذكر اصحابنا انّه يحرم اكل طاهر مضرّ بالبدن كالطين والسمّ كالافيون الا  القليل من ذلك لحاجة التداوى مع غلبة السلامة, او بالعقل كنبات مسكر غير مضطرب وله التداوى به وان اسكر ان تعيّّن بأن قال له 
طبيبان عدلان لا ينفع علّتك غيره............انتهى الزواجر 1:314


Dosa besar ke- 177
Makan sesuatu makanan yang membuat madlarat

Hukum memasukkan makanan yang membuat madlarat ini termasuk dosa besar adalah sudah jelas, sebab memasukkan makanan yang membuat madlarat kedalam tubuh akan merusak badan atau merusak akal pikiran, hal tersebut besar kesalahan dan dosanya sebagaimana membuat madlarat orang lain yang tidak mampu menanggungnya adalah dosa besar, maka demikian juga membuat madlarat terhadap diri sendiri lebih utama dikarenakan menjaga kesehatan diri sendiri lebih penting daripada orang lain