Senin, 20 Juli 2020

Simpel tapi Gila

                 SIMPEL tapi GILA.

oleh : Zakaria Akoeb Al Falahuts Tsani

       Awal tahun kembar 2020 Dunia dilanda pandemi Covid-19, kabar tersebar seantero jagad raya hingga adanya aturan yang harus ditaati semua manusia di dunia ini.
 
       Namun muncul berbagai pendapat, antara lain : 

Apakah benar sakit yang disebabkan oleh virus Corona itu menyebabkan banyak kematian sehingga dinyatakan sebagai pandemi seluruh jagad ?

Apakah Covid-19 adalah sebuah konspirasi Penguasa Dunia untuk memaksakan sistem top down dalam melanggengkan kekuasaan?

Apakah pandemi covid-19 sebenarnya cerita hantu yang sengaja diskenario oleh pengarang cerita hebat untuk pemuasan nafsu dunia hingga mencapai klimaks orgasme tingkat dajjal?

Atau disebabkan penghuni bumi ini sudah melebihi kapasiitas yang memadai lalu solusinya dengan "genosida" yang difatamorganakan sebagai pandemi dan ujungnya vaksinasi genosida. Artinya bisa jadi yang tidak di vaksin mati atau sebaliknya yang tetap hidup justru yang tidak di vaksin. Ah...  

Maksud utamanya bukan yang ramai diperdebatkan orang, tapi adalah menuju sebuah konsensus individu tingkat dunia agar manusia semuanya bisa dikendalikan, di kontrol oleh kecanggihan alat pengintai tingkat tinggi, setelah semua manusia sudah di vaksin covid-19 sebagaimana dulu pernah ada yang namanya vaksin cacar, tandanya abadi selama hidup, seperti tatoo angka 11 pada lengan kiri saya.

       Pertanyaan-pertanyaan itu tidak perlu dijawab sekarang, tapi saya berimajinasi bahwa di balik adanya pandemi ini ada sesuatu yang POSITIF, tapi GILA . 
Yakh, ini sih kacamata kegilaan saya saja tanpa membahas ranah dalil naqli dan dalil-dalil lainnya. Kenapa demikian ? Yakh ... karena saya bukan ahli IT dan bukan orang 'Alim diantara 'Ulama yang menguasai dalil naqli maupun aqli. Sekali lagi, saya sedang memakai kacamata gila. Makanya hanya orang gila pula yang meladeni kegilaan saya. 

         Siapapun sebenarnya dajjal yang sudah berhasil menaklukkan manusia se-dunia dengan harus memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak agar terhindar dari terjangkit dan atau pengembangbiakan virus corona yang berbahaya dan mematikan.

        Ah itu tidak penting. Itu draf saja menuju keharusan bagi semua manusia untuk di vaksin di tubuh setiap manusia. Tapi saya sudah membayangkan dunia yang akan datang itu simpel.
Manusia bebas dan boleh seliweran keluar masuk kota, dalam negeri sampai ke luar negeri karena semua manusia punya tanda di tubuhnya. 
Ini bukti bahwa manusia yang bertanda sudah divaksin yang sekaligus merupakan chip untuk setiap makhluk manusia. Tidak dibutuhkan lagi KTP, KK, Surat Sehat hasil tes rapid atau sweb dan bahkan kalung anti virus, cukup satu, chip. Simpel .

         Tujuannya adalah adanya akurasi data statistik penghuni planet bumi. Kelak tidak dibutuhkan lagi adanya lembaga statistik, kependudukan dan saya bermimpi sampai alat tukar semuanya virtual, menyatu di tubuh yang semuanya ada tanda vaksinnya. 

           Manusia yang sudah mampu menanggalkan keimanannya cukup telanjang bulat saja bisa naik pesawat antar benua tanpa paspor, visa dan uang dalam tas, karena semua sudah menyatu dan terekam di chip dalam tubuhnya. Simpel bukan? Gila banget!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar