Jumat, 30 Desember 2011

terlilit hutang

وروى الطبراني عن معاذ بن جبل رضي الله عنه انّ النّبيّ صلّى الله عليه وسلّم قال :"اَلاَ اُعَلِّمُكَ دُعَاءً تَدْعُوْهُ بِهِ لَوْ كَانَ عَلَيْكَ مِِنَ الدَّيْنِ مِثْلُ ثَبِيْرٍ اَدَّاهُ اللهُ عَنْكَ , قُلْ قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ.............بِغَيْرِ حِسَابٍ ( ال عمران 26-27 ) رَحْمَانَ الدُّنْيَا وَالْأَخِرَةِ وَرَحِيْمَهُمَا تُعْطِى مَنْ تَشَاءُ مِنْهُمَا وَتَمْنَعُ مَنْ تَشََاءُ اِرْحَمْنِيْ رَحْمَةً وَاسِعَةً تُغْنِيْنِيْ بِهَا عَنْ رحْمَةِ مَنْ سِوَاكَ"  انتهى المختصر فى معانى اسماء الحسنى تأليف الاستاذ محمود سامى صحيفة 109

Hutang untuk suatu kepentingan agama dapat dibenarkan, bahkan mendapat perhatian khusus dalam Al-Qur'an surat At-Taubah ayat 60  bahwa orang yang punya hutang katagori ini mendapatkan hak untuk dilunasi dengan zakat. Baca dan amalkan surah Ali Imran 26-27 serta do'a Rasululloh saw sebagaimana tersebut diatas. Namun hutang untuk  memenuhi keinginan nafsu semata, contoh ketidak sabaran memiliki rumah, kendaraan dan memakan sesuatu makanan kemudian menumpuk hutang disana sini tidak masuk dalam katagori hutang yang disebutkan dalam surat At-Taubah 60 tersebut, karena kesalahannya sendiri yang kemudian masuk dalam katagori "as-sufaha'" yang tersebut dalam surat An-Nisa' ayat 5, jangan dipercaya untuk berhutang, bahkan tidak dibenarkan mengelola harta milik sendiri, tetapi diberikan pendampingan. Jika Anda masuk katagori ini, solusinya jual semua yang Anda miliki untuk melunasi hutang-hutang tersebut dan amalkan surah Ali Imran ayat 26-27 serta do'anya. Semoga !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar